Jababeka (KIJA) Membukukan Kerugian di Tengah Kenaikan Pendapatan
2022-09-28 07:49:30
PT Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan sebesar Rp 1,14 triliun pada semester I 2022. Pendapatan itu naik 2% dibandingkan periode sama 2021. Namun Jababeka masih menderita kerugian sebesar Rp 43,1 miliar di paruh pertama 2022.
Raihan itu didorong dari peningkatan pendapatan dari Pilar Land Development & Properti yang tumbuh 15% menjadi Rp 501,7 miliar di semester I-2022. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan penjualan tanah dan rumah menjadi Rp 101,2 miliar dari sebelumnya Rp 74,4 miliar di semester I-2021.
Sementara itu, perseroan mencatatkan adanya penurunan penjualan tanah matang dari sebelumnya Rp 217,5 miliar menjadi Rp 190,4 miliar di semester I-2022 ini. Hal tersebut karena berkurangnya kontribusi penjualan tanah di Kendal. Namun demikian, penurunan penjualan dari Kendal ini ditahan dengan peningkatan penjualan dari Cikarang menjadi Rp 150,7 miliar di sepanjang semester I-2022 dari sebelumnya Rp 39,7 miliar.
Corporate Secretary KIJA, Muljadi Suganda menjelaskan dari segmen lain seperti dry port dan jasa & pemeliharaan, KIJA mencatatkan adanya peningkatan pendapatan masing-masing sebesar 15% dan 3%. Adapun Perseroan mencatat rugi bersih Rp 43,1 miliar pada semester pertama 2022. Penyebab utama kerugian ini disebabkan oleh dampak pergerakan kurs (valas) dimana perseroan membukukan rugi selisih kurs sebesar Rp 168,8 miliar dibandingkan rugi selisih kurs Rp 112,5 miliar di periode yang sama tahun lalu.
Adapun, perseroan targetkan marketing sales di sepanjang tahun 2022 sebesar Rp 1,7 triliun yang terdiri dari Rp 1,1 triliun dari Cikarang dan lain-lain, dan Rp 600 miliar dari Kendal.
Sumber: Kontan